10 Dosen Fak. Syari’ah & Hukum UIN Sunan Kalijaga Presentasi di Jerman

Selasa, 4 Juni 2013, 13:15 WIB
Rombongan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjumlah 10 orang terdiri dari Norhaidi, MA., M. Phil., Ph.D., Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, MA., Dr. H. Hamim Ilyas, MA., Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA., Dr. H. M. Nur, M. Ag., Dr. Ali Sodiqin, M. Ag., Dr. Muhammad Fakhri Husein, M.Si., Drs. Rizal Qasim, M. Si., Lindra Darnela, S. Ag., M. Hum., dan Saifuddin, SHI., MSI. memulai rihlah ilmiah untuk menjadi pembicara pada International Conference dengan tema Islamic Gender Discourse and Legal Thought yang dilaksanakan di Gottingen Jerman. Rombongan berangkat pada hari Sabtu 19 Mei 2013 jam 12.15 dari Bandara Adisucipto menuju Jakarta dengan menggunakan Garuda Air Ways. Dari Jakarta jam 18.45 perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan maskapai Etihad dan transit di International Air Port Abu Dhabi UEA tiba pada jam 23.50. Dari Abu Dhabi (jam 02.15) perjalanan dilanjutkan menuju International Air Port Frankrut Jerman dengan maskapai yang sama meskipun berbeda pesawat dan tiba pada jam 07.00 waktu Jerman. Setibanya di Frankrut Prof. Fritz Schulze dan asistennya, Thomas Weische telah menunggu kami di Bandara kemudian kami diajak minum kopi/teh di bandara untuk menunggu kereta yang akan membawa kami ke Gottingen. Karena hari itu hari libur nasional dan kereta hanya pada sekali sehari sehingga Prof. Fritz Schulze terpaksa mengendarai mobil dari Gottingen untuk menjemput kami, setelah mengantar kami ke stasiun Frankfrut Prof. Fritz Schulze bersama asistennya pulang ke Gottingen dengan mobil sementara kami naik kereta ke Gottingen yang menempuh waktu 2,5 jam. Sesampainya di Stasiun Gottingen ternyata Prof. Fritz Schulze dan tiga orang asisten Prof. Irene Schneider telah menunggu kami. Rombongan dipecah ke dua hotel dan Prof. Fritz Schulze dengan mobilnya mengantar kami ke hotel padahal mobilnya hanya bisa memuat empat orang dengan beliau sehingga untuk satu hotel beliau antar jemput sebanyak dua kali. Waktu itu, kami sangat takjub betapa ada seorang guru besar menjemput kami ke bandara Frankfrut kemudian menjemput ke stasiun kereta dan mengantar kami ke hotel. Ketakjuban kami ternyata tidak berhenti sampai di situ karena siangnya Prof. Fritz Schulze menjemput kami untuk makan siang di India Haus yang ada di pusat kota, kemudian sorenya sekitar jam 7 malam (meskipun di sana jam 9.30 masih terang) Prof. Fritz Schulze kembali menjemput kami sebanyak 2 kali untuk dibawa ke Thai Restaurant untuk jamuan makan malam bersama Prof. Irene, Kabag TUnya dan Dekan Fakultas Hukum Gottingen University, ketika kami bertanya seberapa jauh rumah beliau dari kampus, beliau menjawab sekitar 70 km. Kami benar-benar merasakan sambutan dan penghormatan yang begitu luar biasa, kami sempat berandai-andai adakah seorang guru besar di UIN Sunan Kalijaga yang bisa melakukan hal seperti itu. Hari Selasa tanggal 21 Mei 2013 karena mempertimbangkan waktu yang sangat sempit dan padat kami jalan-jalan & shopping ke down town Gottingen siangnya kami lunch gratis di Turmmensia dinning hall atau semacam kantin kampus, setelah makan siang kami dibawa ke ruang pertemuan untuk acara penyambutan sambil minum kopi dan teh, jam 4 sore kami dibawa oleh seorang guided tour ditemani Fabian seorang asisten prof. Irene menuju city centre Gottingen dan diperkenalkan sejarah dan tempat bersejarah yang ada di Gottingen. Di situlah kami ditunjukkan sebuah ruangan yang penuh dengan corat coretan yang menurut guided tour (Suzan) merupakaan ruangan yang khusus (seperti penjara) disediakan oleh pihak universitas terhadap mahasiswa crazy yang ingin menyalurkan ekspresinya. Barangkali kalau di UIN Sunan Kalijaga mahasiswa-mahasiswa yang selalu demo disediakan ruang khusus untuk mengekspresikan dirinya. Jam 7 malam kembali kami dijamu secara gratis di Persian restaurant “Ali Baba”. Hari Rabu tanggal 22 Mei 2013 merupakan hari pertama Konferensi yang dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 4.30 sore. Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. Irene Schneider selaku Dekan Fakultas Filsafat dan Humanities Universitas Gottingen Jerman dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga. Berikutnya langsung presentasi paper untuk sesi pertama yang disampaikan oleh Dr. H. Hamim Ilyas, MA. dengan judul “The Qur’anand Principles of Male and Female Relation in Islam” setelah presentasi dan dialog sampai jam 10.00 kemudian coffee break. Presentasi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, MA. dengan judul “The Center for Women’s Studies (PSW) of UIN Yogyakarta and Its Role in Building Gender Equality”, setelah dialog dilanjutkan dengan presentasi ketiga oleh Noorhaidi Hasan, MA., M. Phil., Ph.D. dengan judul “Women, Family, and Gender in Islamic Law: The 1974 Marriage Law of Indonesia Revisited”. Presentasi Noorhaidi selesai pada jam 12.00 selanjutnya makan siang. Sesi kedua dimulai jam 13.30 dengan diawali oleh presentasi Dr. Syafiq Hasyim dari Berlin dengan judul “ Gender and the Problem of Patriarchy in Indonesian Islam: From Fiqh al-Abawi to Fiqh al-Nisa’”. Setelah dialgog dilanjutkan oleh Dr. H. M. Nur, M. Ag. Dengan judul: “Reconstruction of Fiqh for Women (Fiqh li al-Nisa’). Setelah dialog coffee break 15 menit baru dilanjutkan dengan sesi terakhir untuk hari pertama yang diisi oleh Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA. dengan judul: “Gender in Muhammadiyah: Between Collective Identity and the Macro Structure of the Indonesian State”. Setelah itu dialog baru sebagai penutup hari pertama conference diisi dengan presentasi Dr. Muhammad Fakhri Husein, M. Si dengan judul: Does Gender Matter in Business Legal Ethic?”. Hari pertama Konferensi berakhir jam 16.00, setelah itu sebagian ada yang pulang dulu ke hotel sebagian besar ada yang langsung jalan-jalan ke downtown (Maalioboronya Gottingen) sambil menunggu Dinner yang malam itu jadwalnya di Indian “Maharadscha restaurant”. Keesokan harinya Kamis, 23 Mei 2013 Conference hari kedua diawali oleh presentasi Prof. Irene Schneider (Gottingen) dengan judul “Female Religious Authorities: The Discourse about the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimantion Against Women” setelah dialog dilanjutkan dengan presentasi kedua oleh Prof. Naseef Naeem (Gottingen) berjudul: “Islamic References in the New Egyptian Constituion and the Hul-Law” setelah dialog istirahat untuk coffee break selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi ketiga oleh Prof. Claudia Derichs dari Marburg. Prof yang masih sangat muda ini mempresentasikan “Islamic Gender Discourse and Unwritten Laws-Observations in Malaysia and Pakistan”. Disusul dengan presentasi Imen Gallala-Arndt dari Hamburg dengan judul: “Interrelegious Marriages in Tunisia: Torn between Sharia and Human Rights”. Sesi kedua ini ditutup oleh presentasi Friederike Wapler dari Gottingen dengan judul: “Post-Marriage Law and ‘Ordre Public’: How German Courts Deal with Islamic Rules on Divorce and Dowry”. Sesi ketiga presentasi oleh Dr. Ali Sodiqin (Yogyakarta) dengan judul: “Women and Divorce in Islamic Law: An Anthropological Perspective”, setelah dialog kemudian Conference hari kedua ditutup dengan presentasi Prof. Fritz Schulze (Gottingen) berjudul: “The Indonesian Discourse on Polygamy, Qawwamun and Nusuz from an International Perspective”. Conference hari kedua selesai pada jam 15.30 kemudian dinner di Chinese restaurant “Kaiserpalast”. Conference hari ketiga atau terakhir diawali oleh presentasi Lindra Darnella (Yogyakarta) yang menulis tentang: “Understanding the Relationship between Kyai and Politics: Gender Perspective on the Formalization of Islamic Law in Tasikmalaya”. Presentasi selanjutnya oleh Irene Amina Rayan (Gottingen) dengan judul: The Emergence of the Anti-Mubarak Movement in Egypt: A Political Oppurtunity Structure Approach”. Selanjutnya presentasi oleh Katrin Zeiss (Gottingen): Family Structure in the Process of Migration: The Case of Moroccan Migrant Women in Strasbourg/France”. Berikutnya adalah presentasi oleh Mahmud El-Wareny (Gottingen): Yusuf al-Qaradawis Theories of the Renewal of Islamic Law”. Kemudian dilanjutkan oleh Rizal Qasim (Yogyakarta): Gender in Islam: Towards a New Paradigm of Indonesia’s Islamic Legal Studies”, berikutnya adalah Thomas Weische (Gottingen): “ Muslim Indonesians with Chinese Background: Histpry and the Case of “PITI””. Setelah itu istirahat makan siang di Turmmensia-Dinning Hall. Setelah itu Conference dilanjutkan dengan presentasi Mehdi Vazirian (Gottingen): Between Kasravi and Saangelaji: A Comparative Analysis of Two Reformists”, berikutnya adalah presentasi oleh Saifuddin (Yogyakarta) dengan judul: “The fatwa of MUI (Council of Indonesian Ulama) on Ahmadiyah and Its Impact on Women and Children Ahmadis”, selanjutnya conference hari terakhir ditutup oleh presentasi Fabian Wagener (Gottingen) dengan judul: From Da’wa to Politic: Politicization of the Egyptian Salafiya”. Selanjutnya adalah acara penutupan oleh Prof. Irene Schnedier. Kemudian malamnya kami dijamu di restaurant Jerman “Kartoffelhaus” yang berada di sekitar downtown. Setelah itu kami kembali ke hotel untuk berkemas karena jam 04.30 kami sudah dijemput taxi untuk diantar ke stasiun kereta Gottingen karena jam 05.55 kereta berangkat dari Gottingen menuju Frankfrut. Kemudian pada jam 11.15 waktu Frankfrut Pesawat Etihad membawa kami terbang menuju Abu Dhabi. Transir di Abu Dhabi cukup lama, kami tiba sekitar jam 9 malam waktu Abu Dhabi sementara pesawat kami baru jam 2 terbang menuju Jakarta. Oleh sebab itu, waktu digunakan untuk shopping dan makan malam di International Air Port Abu Dhabi. Jam 2 waktu Abu Dhabi pesawat Etihad membawa kami terbang ke Jakarta dan tiba di Jakarta jam 14.15 kemudia jam 16.35 pesawat Garuda membawa kami pulang ke Yogyakarta. Itulah sekilas oleh-oleh akademik kami ke Jerman dan ini adalah Conference pertama sebagai bagian dari MoU antara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga dengan Universitas Gottingen Jerman. Conference kedua nantinya akan dilaksanakan di Jogjakarta pada bulan November 2013.