Meneliti JAI Dr. M. Sodik meraih gelar doktor

Dr. Mochamad Sodik, S. Sos., M. Si. Pada hari ini 21 Desember 2015 berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul "Melawan Stigma Sesat Strategi JAI menghadapi Takfiri" doktor ke 2998 di UGM ini berhasil menjawab semua pertanyaan dewan penguji dengan begitu jelas, mantap dan mengagumkan sehingga dewan penguji menganungerahinya predikat sangat memuaskan. Menurut Dr. Mochamad Sodik dalam disertasinya, Maduqa merupakan enclave dalam JAI yang merupakan kelompok minoritas paling besar dengan jumlah mencapai sekitar 3000an yang berada di daerah Manis Lor Kuningan Jawa Barat. Kelompok ini sangat unik karena dia bertahan dari stigma penyesatan dan pengkafiran dan bahkan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang anti terhadap mereka dan menganggap bukan Islam. Dari sejak 2002 Maduqa selalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kelompok-kelompok yang anti terhadap mereka. Represi yg mereka alami terdiri dari kekerasan kultural-psikologis, struktural-diskriminatif, dan fisik.Dalam rangka bertahan dari gempuran tersebut, kelompok ini menerapkan strategi bertahan (the art of defense) dengan cara menghindar, melanggar dan mendekat. Menurut Dr. Mochamad Sodik, di kalangan orang-orang tua lebih banyak menerapkan strategi mendekat, tetapi kalangan anak mudanya lebih banyak melawan. Hal itu dikarenakan harga diri kalangan anak muda yang tinggi ketika mereka melihat masjid mereka dilempari bom molotov dan bahkan dibakar. Disertasi ini sangat kaya dengan perspektif sosiologi baik klasik maupun modern serta perjumpaan dan dialog dengan realitas menjadi kekuatan dari disertasi ini. Disertasi ini dapat menjadi model bagi sebuah pola relasi sosial kultural tentang hubungan mayoritas-minoritas dalam konteks berbangsa dan bernegara.