INTERNATIONAL DA’WAH CONFERENCE II (2ND IDaCon) 2018

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Perkembangan industri teknologi tersebut harus bisa disikapi secara arif dan bijaksana dengan cara membangun proyeksi masa depan dengan visi dan misi menyatukan ruang-ruang kemanusiaan dalam berelasi satu sama lain, membuat dunia saling membangun solidaritas, memelihara perdamaian untuk sebuah bumi manusia yang berkelanjutan. Dalam konteks itulah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga merasa perlu untuk menyelenggarakan konferensi internasional tentang trend dakwah di era milenial ini.

Tema yang diangkat pada IDaCon kedua ini adalah “DAKWAHTAIMENT, PIETY, EXTREMISM AND GLOBAL TREND”. Tema ini menjadi layak diangkat karena beberapa hal. Pertama dalam dua dekade belakangan ini, perkembangan dakwah di Indonesia semakin dinamis dengan semaraknya dakwahtaiment melalui media elektronik, terutama televisi dan media digital online lainnya, seperti youtube. Kedua di kalangan muslim urban khususnya, fenomena dakwahtaiment ini memperoleh penerimaan yang cukup baik. Kebutuhan akan informasi keagamaan dapat diakses dengan cara yang mudah dan cepat. Ketiga perkembangan teknologi media juga membuat para pendakwah menyebarkan pesan-pesan keagamaan secara lebih luas di masyarakat, meskipun tak luput dari kritik. Keempat konstruksi tentang kesalehan (piety) muncul pula sebagai bagian membangun identitas keberagamaan. Program-program Islamic philanthropy juga muncul dalam berbagai tayangan televisi dan digital online lainnya yang mengajak public islam terlibat sebagai bagian dari tanda kesalehan. Kelima teknologi baru seperti digital online, selain kini berfungsi sebagai bagian industri hiburan keagamaan, juga ada pula kekuatan politik yang memanfaatkannya sebagai media networking untuk industri kekerasan, perang, teror dan bentuk ektrimisme lainnya. Keenam dinamika politik global juga mempengaruhi dinamika politik nasional dan lokal di suatu wilayah karena terkoneksi oleh jaringan internet sehingga fenomena industry kebencian, teror dan ektrimisme keagamaan dapat mudah menyebar dan menciptakan politik militansi dan ledakan kekerasan antar kelompok di dalam masyarakat.

Untuk membahas berbagai persoalan di atas, panitia akan menghadirkan beberapa orang pakar. Sebagai keynote speaker adalah Prof. KH. Yudian Wahyudi, Ph.D, di samping sebagai Rektor UIN Suka Yogyakarta, beliau juga banyak terlibat dalam isu-isu kemanusiaan terutama dalam hal kekerasan dan ekstrimisme. Kemudian ada empat orang pakar yang kami undang yakni: Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA, (Presidential expert Staff of International Interfaith Relation), Prof. Ronald A Lukens-Buli, Ph. D, (University of North Florida), Dicky Sofyan, Ph.D, (Indonesia Consortium for Religious Studies - ICRS), dan Noorhuda Ismail, Ph. D, (Institut for International Peace Building - IIPB). Keempat pakar ini sengaja dihadirkan oleh panitia karena masing-masing mereka punya konsen yang mendalam terkait dengan tema yang diangkat.

Berita Terkait

Berita Terpopuler