Mengkaji Kontribusi Hukum Islam tentang Kisas-Diat terhadap Ancaman Pidana Pembunuhan, Ahmad Bahiej Memperoleh Gelar Doktor

Senin 5 Oktober 2015 Ahmad Bahiej, dosen dan sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga dapat mempertahankan disertasinya yang berjudul "Kontribusi Hukum Islam tentang Kisas-Diat terhadap Ancaman Pidana Pembunuhan" pada Promosi Doktor Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H. (Promotor), Prof. Dr. Edward O.S. Hiariej, S.H., M.Hum. (Ko-Promotor), Prof. M. Hawin, S.H., L.L.M.,Ph.D., Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si., Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum., Prof. Dr. R. Soejadi, S.H., Prof. Dr. Miftah Thoha, MPA., Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., dan Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum. Ahmad Bahiej mengatakan bahwa pembaruan hukum pidana nasional dapat mengambil bahan atau sumber dari hukum Islam mengenai konsep kisas diat. Hal itu menurutnya karena KUHP maupun RUU KUHP yang baru hanya mementingkan kepentingan negara atau publik tanpa pernah memikirkan kepentingan keluarga korban. Jadi sifatnya hanya retributif. Sementara hukum Islam dengan konsep kisas diat justru kebalikannya, lebih mementingkan keluarga korban dengan cara membayar diat atau ganti rugi (restitusi), sehingga sifatnya adalah restorative justice. Ahmad Bahiej mengusulkan agar dua hal ini dikombinasikan yaitu pembayaran ganti rugi (diat) dapat mengurangi retribusinya sehingga kalau sistemnya seperti ini keseimbangan akan tercapai. Untuk itu, ia mengajukan nilai-nilai universal yang terkandung di dalam aturan kisas diat, yaitu nilai keadilan, nilai kemanusiaan, nilai kemanfaatan dan nilai kemaslahatan serta nilai perlindungan masyarakat. Dalam ujian terbuka tersebut dikarenakan promovendus dapat menjawab semua pertanyaan para penguji dengan jawaban yang sangat lugas, tegas dan meyakinkan maka dewan penguji memberinya nilai SANGAT MEMUASKAN. Ahmad Bahiej adalah doktor ke-114 lulusan Fakultas Hukum UGM dan doktor ke-2883 Universitas Gadjah Mada.(saif)