Kuliah Umum Pemetaan Potensi dan Problematika Zakat di Indonesia

Senin 23 November 2015 Prodi Muamalat melaksanakan kuliah umum dengan tema Pemetaan Potensi dan problematika zakat di Indonesia. narasumbernya adalah Dr. H. M. Arief Mufraini, Lc., M. Si. (Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Dalam paparannya Arif Mufraini ingin melihat zakat dilihat dalam perspektif yang scientific dan empiris, sehingga bisa dipraktekkan dan diukur meskipun dengan menggunakan alat ukur produk Barat seperti akuntansi. sudah saatnya kita keluar dari ideal condition seperti yang ada dalam classical perpspective on zakat yang sangat fiqh oriented seperti yang tercermin dalam perdebatan mazhab mengenai nishab, kadar zakat, mustahik dan lain-lain. Kalau zakat hanya dipahami dalam kerangka ideal condition dan tidak pernah membumi, maka zakat akan kehilangan maknanya sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat/umat Islam. Padahal potensi zakat dan juga wakaf, haji dan filantropi islam yang lainnya itu sangat ditakuti oleh siapapun karena dapat mengumpulkan dana yang begitu besar. Kalau zakat sudah dipahami secara scientific dan empiris tinggal kita mencari modelnya yang pas agar zakat benar-benar dapat mensejahterakan masyarakat/umat Islam. namun demikian, sejauh penelitian beliau mulai dari Jordan, Mesir, hingga Indonesia belum ada negara 'Islam' yang sudah dapat menggunakan instrumen zakat secara maksimal untuk mensejahterakan umat Islam. Kuliah umum yang dimulai sekitar jam 9 berakhir pada jam 12 setelah sebelumnya dilakukan dialog antara narasumber dengan para peserta yang terdiri dari dosen muamalat dan mahasiswa muamalat.kuliah umum kali ini dimoderatori oleh ibu Zusiana Elly Triantini, SHI., MSI. yang juga pengampu mata kuliah Hukum Zakat dan Wakaf