Rektor Al Makin Hadiri Kegiatan Klasikal CPNS Kemenag 2021

Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. menghadiri kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (klasikal) Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Golongan III Angkatan V & VI di Hotel Plaza Semarang (05/11). Tiba di lokasi pukul 15.00 WIB, Al Makin menyapa para peserta Latsar dengan penuh antusias di Ruang Pertemuan Bougenvile.

Bertemakan Integritas dan Profesionalisme ASN, Al Makin menyebut ada dua poin penting yang ia utarakan, yaitu ; (1). Menentukan rencana karir ke depan di sertai dengan sikap sungguh-sungguh dan (2). Perluasan hubungan relasi persahabatan untuk membuka pikiran yang luas.

Ia berharap, para peserta CPNS mempunyai 2 poin itu setelah nantinya menjadi seorang Pegawai Negari Sipil (PNS). "Poin pertama, peserta latsar harus senantiasa mempunyai pandangan dan rencana yang matang 1 hingga 15 tahun ke depan. Yang jadi dosen harus mempunyai cita-cita menjadi profesor, yang jadi pegawai di kementerian agama harus mempunyai cita-cita yang tinggi hingga menjadi pimpinan lembaga", tegasnya.

Poin kedua, peserta latsar harus mempunyai relasi hingga internasional, yang afiliasi NU jangan hanya ke Muhammadiyah begitu pula sebaliknya. Mereka harus mampu mengenal ribuan aliran kepercayaan yang telah diakui oleh MK. Maka ke depan bagi yang dosen khususnya karena disini mayoritas yg diterima jadi dosen harus mampu mempunyai relasi internasional agar mampu mengembangkan kompetensi seperti penulisan jurnal terindeks scopus. "Khusus bagi calon dosen-dosen di UIN Sunan Kalijaga, kalian nanti wajib melanjutkan studi kalian di luar negeri, jangan hanya kuliah di UGM, UII dan lainnya. Kalian harus kuliah di luar negeri, agar mampu menambah relasi internasional sehingga kalian semua mempunyai kompetensi dan keahlian yang mumpuni", imbuhnya.

Hampir lebih 80% peserta Latsar kali ini merupakan diterima sebagai dosen. Sisanya merupakan Tenaga Kependidikan di kampus maupun instansi di Kemenag seluruh daerah Jawa Tengah dan DIY serta beberapa ada yang beragama budha dan hindu. Kemenag sebagai instansi pemerintah yang terus menyebarkan slogan Moderasi beragama dianggap sukses menerima calon-calon pegawai negeri dari seluruh elemen masyarakat. "Dari sini, kita belajar harus saling mengenal lebih dalam saudara-saudara minoritas kita yang ada disana. Kalau menilik lebih jauh, kasihan juga nasib mereka disana yg diserang oleh mayoritas yg belum mengenal jauh mereka. Tidak perlu kalian memperdebatkan kebaikan, namun lakukanlah kebaikan itu", tutur Al Makin sembari menutup kegiatan sore ini. (iu)