Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan dan Wisudawati bagi 132 mahasiswa yang akan mengikuti Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Teatrikal Lantai 1 sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan program studi di lingkungan FSH.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas menghadirkan dua narasumber, yakni Noor Saif M. Musaffi, Ph.D. (Ketua CENDI UIN Sunan Kalijaga) dan Malik Akbar, S.Pd. (Sekretaris II DPC HILLSI Kabupaten Sleman). Keduanya memberikan materi pembekalan guna mempersiapkan para calon wisudawan menghadapi dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum, Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawan dan wisudawati terbaik serta tercepat, baik di tingkat fakultas maupun program studi.
Predikat wisudawan terbaik tercepat tingkat fakultas diraih oleh Orien Effendi (Program Doktor) dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 29 hari dan IPK 3,98. Untuk Program Magister diraih oleh Hanim Yumna dengan masa studi 1 tahun 8 bulan 15 hari dan IPK 4,00. Sementara pada Program Sarjana diraih oleh Arrohman Bintang Putra Agus Alhanif dengan masa studi 3 tahun 11 bulan 19 hari dan IPK 3,90.
Dalam sambutannya, Dekan FSH menyampaikan ucapan selamat kepada para calon wisudawan yang akan diwisuda pada 12 Februari 2026. Ia berpesan agar para lulusan memiliki komitmen untuk menjadi insan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, terdapat empat kompetensi utama yang perlu dimiliki lulusan, yaitu open minded, appreciative listening, empati, serta kemampuan berkontribusi positif. Sikap terbuka terhadap pengetahuan baru dinilai penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, sehingga budaya membaca dan literasi harus terus dibangun.
Selain itu, kemampuan mendengar secara apresiatif menjadi kunci keberhasilan komunikasi dan kemitraan sosial. Sementara empati diperlukan agar lulusan mampu memahami realitas sosial dan menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat.
Kompetensi terakhir, lanjut Dekan, adalah konsistensi dalam berkontribusi positif melalui karya, pengabdian, maupun aktivitas sosial lainnya. “Jadilah alumni yang berdampak dan bermanfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Kegiatan pembekalan ditutup dengan pengarahan teknis pelaksanaan wisuda oleh Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syari’ah dan Hukum, serta pemaparan materi dari para narasumber.