Yogyakarta, 26/02/2026, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi melantik pengurus Jam’iyyatul Huffadz Al-Wafa’ sebagai langkah awal penguatan pembinaan Qur’ani yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan fakultas.
Organisasi yang berdiri sejak 8 November 2025 ini sebelumnya telah aktif menyelenggarakan sejumlah kegiatan, meskipun belum memiliki struktur kepengurusan resmi. Beberapa program yang telah dijalankan antara lain Seminar Qur’ani, Khotmul Qur’an bil Ghoib bersama para huffadz FSH dalam rangkaian Dies Natalis FSH ke-65, serta Kajian Turats Tafsir Ayat Hadis al-Ahkam.
Jam’iyyatul Huffadz Al-Wafa’ dibentuk sebagai respons atas kebutuhan untuk menghimpun serta mengembangkan potensi para penghafal al-Qur’an di Fakultas Syariah dan Hukum yang selama ini belum terwadahi secara khusus. Di tengah padatnya aktivitas akademik, menjaga konsistensi hafalan al-Qur’an menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, keberadaan organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan yang tidak hanya bersifat komunitas, tetapi juga terstruktur secara kelembagaan.
Acara pelantikan dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Ali Shodiqin dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Saifuddin, serta perwakilan lembaga kemahasiswaan dan badan otonom mahasiswa tingkat fakultas dan program studi.
Dalam sambutannya, Dekan FSH menyoroti pentingnya kemampuan dasar baca tulis al-Qur’an bagi mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa masih terdapat mahasiswa yang belum memiliki kompetensi tersebut secara memadai, padahal kemampuan baca tulis al-Qur’an merupakan syarat penting bagi kelulusan mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurutnya, persoalan ini perlu segera direspons secara serius melalui langkah-langkah pembinaan yang sistematis.
Lebih lanjut, ia berharap Jam’iyyatul Huffadz Al-Wafa’ tidak hanya berperan dalam membina mahasiswa di lingkungan kampus, tetapi juga mampu terjun langsung ke masyarakat sekitar melalui program pendampingan baca tulis al-Qur’an dan kegiatan syiar lainnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan menekankan pentingnya konsistensi pengurus dalam menghidupkan kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas. Menurutnya, Jam’iyyatul Huffadz Al-Wafa’ diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan wawasan keislaman, khususnya dalam bidang syariah dan hukum yang berlandaskan nilai-nilai al-Qur’an.
Rangkaian acara pelantikan ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama pengurus serta tamu undangan. Dengan terbentuknya kepengurusan resmi ini, Jam’iyyatul Huffadz Al-Wafa’ diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan akademik yang religius, produktif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai Qur’ani di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.