Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan capaian prestisius yang membanggakan. Berdasarkan pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, UIN Sunan Kalijaga berhasil menempati peringkat ke-5 terbaik nasional dalam bidang hukum, sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat studi hukum paling berpengaruh di Indonesia. Pada level global, capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga di posisi 262 dunia untuk bidang Law.
Prestasi ini terasa semakin istimewa karena UIN Sunan Kalijaga berhasil melampaui sejumlah perguruan tinggi besar dan ternama di Indonesia. Capaian tersebut juga melengkapi torehan akademik sebelumnya, ketika UIN Sunan Kalijaga sukses masuk jajaran unggul dunia dalam QS World University Rankings by Subject untuk bidang Theology, Divinity, and Religious Studies.
Scimago Institutions Rankings sendiri merupakan lembaga pemeringkatan internasional bereputasi yang menilai institusi pendidikan tinggi berdasarkan tiga indikator utama: kinerja riset, hasil inovasi, dan dampak sosial melalui visibilitas digital. Dalam daftar 10 besar nasional bidang hukum tahun 2026, posisi UIN Sunan Kalijaga berdiri sejajar dengan kampus-kampus papan atas Indonesia, memperlihatkan daya saing akademik yang semakin kokoh di tingkat nasional maupun global.
Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa kualitas riset, produktivitas publikasi ilmiah, dan jejaring kolaborasi akademik civitas FSH UIN Sunan Kalijaga berkembang secara konsisten. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa universitas terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kuantitas sekaligus mutu publikasi ilmiah. Melalui koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), setiap tahun kampus membuka berbagai skema pendanaan riset dalam beragam klaster, baik nasional maupun internasional. Selain itu, universitas juga memberikan insentif khusus bagi dosen dan mahasiswa yang berhasil menerbitkan artikel di jurnal bereputasi.
Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas capaian monumental tersebut. Menurutnya, peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari budaya akademik yang matang, mapan, dan berkelanjutan di lingkungan fakultas. Atmosfer keilmuan yang hidup memberi ruang luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terus melakukan riset yang relevan dan berdampak.
Iklim akademik tersebut diperkuat dengan berbagai forum ilmiah rutin, seperti diseminasi hasil riset, Kajian Turats, dan Klinik Metodologi, yang diselenggarakan setiap bulan dan terbuka bagi seluruh civitas akademika. Tradisi intelektual semacam ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas riset sekaligus membangun kultur akademik yang progresif.
Dalam bidang publikasi, UIN Sunan Kalijaga saat ini memiliki delapan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang hukum. Dua di antaranya telah terindeks Scopus, yaitu Al Ahwal dan Al Mazahib, sementara enam lainnya terakreditasi Sinta, yaitu Asy-Syir’ah (Sinta 2), Supremasi Hukum (Sinta 3), Az-Zarqa’, In Right, Staatsrecht, dan Restorasi Hukum (Sinta 4). Keberadaan jurnal-jurnal ini menjadi indikator kuat bahwa pembinaan mutu riset dilakukan secara terukur, konsisten, dan berkelanjutan.
Data laporan Dekan tahun 2025 semakin mempertegas kekuatan akademik tersebut. Tercatat sebanyak 78 artikel internasional bereputasi berhasil dipublikasikan oleh 52 dosen FSH. Dengan total 83 dosen aktif, angka ini menunjukkan bahwa lebih dari 62 persen dosen FSH telah berhasil menembus jurnal internasional bereputasi—sebuah persentase yang sangat impresif dan mencerminkan kultur produktivitas ilmiah yang sehat.
Tak hanya dosen, mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam ekosistem riset fakultas. FSH secara aktif mendorong mahasiswa untuk menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya melalui dukungan insentif tahunan. Khusus untuk mahasiswa magister dan doktor, publikasi ilmiah bahkan telah menjadi syarat wajib sebelum menempuh ujian tugas akhir. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan fakultas dalam membangun ekosistem keilmuan yang berkesinambungan sejak level mahasiswa.
Seluruh ikhtiar tersebut diarahkan untuk membentuk budaya publikasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berdampak pada pengembangan ilmu hukum Islam, hukum keluarga, hukum tata negara, hingga studi hukum kontemporer. Dengan demikian, capaian peringkat ini bukanlah hasil sesaat, melainkan buah dari strategi akademik yang terencana dan kerja kolektif yang berkesinambungan.
Dekan berharap prestasi ini menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh civitas akademika, alumni, dan mitra kelembagaan, sekaligus menjadi energi baru untuk terus melangkah maju. Dengan fondasi riset yang kuat, FSH UIN Sunan Kalijaga optimistis mampu terus sejajar, bahkan melampaui, perguruan tinggi unggul lainnya di tingkat nasional dan internasional.