Dilihat 0 Kali

03_442_IMG_1639.jpg

Kamis, 02 Juli 2026 21:12:00 WIB

Angkat Isu Pariwisata Berkelanjutan, Tiga Mahasiswa HES UIN Sunan Kalijaga Tampil di Forum Internasional ICONTREES 2026

Purwokerto, Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tiga mahasiswa HES berhasil tampil sebagai presenter dalam ajang The 5th SAIZU International Conference on Transdisciplinary Religious Studies (ICONTREES) 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto pada 3 Juni 2026.

Konferensi internasional yang diselenggarakan secara hybrid tersebut mengusung tema “Beyond the Cosmos: Transdisciplinary Perspectives on Ecotheology and Global Sustainability”. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan agama, lingkungan, teknologi, dan keberlanjutan global.

Tiga mahasiswa HES UIN Sunan Kalijaga yang berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional tersebut adalah Naszwa Zakira, Ahmad Zaini Maulana, dan Ibrahim Jabir. Mereka mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial dalam Pengelolaan Pariwisata Perspektif Maqashid Syariah” yang berhasil lolos melalui proses seleksi dan penilaian oleh panitia konferensi.

Melalui penelitian tersebut, ketiga mahasiswa mengkaji pentingnya integrasi prinsip tanggung jawab sosial dan perlindungan lingkungan dalam pengelolaan sektor pariwisata. Dengan menggunakan perspektif maqashid syariah sebagai kerangka analisis, penelitian ini menekankan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak hanya ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat secara luas.

Penelitian tersebut berangkat dari kesadaran bahwa persoalan lingkungan hidup tidak lagi dapat dipisahkan dari aktivitas ekonomi dan pembangunan. Dalam konteks industri pariwisata, kelestarian lingkungan menjadi prasyarat penting bagi terwujudnya kesejahteraan dan kemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. Oleh karena itu, maqashid syariah dipandang mampu memberikan landasan etis dan normatif dalam mendorong praktik pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

Partisipasi mahasiswa HES dalam forum internasional ini sekaligus menunjukkan semakin kuatnya budaya riset dan publikasi akademik di lingkungan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi representasi institusi di tingkat global, tetapi juga mencerminkan kontribusi generasi muda akademisi Muslim dalam merespons berbagai persoalan kontemporer melalui perspektif hukum, etika, dan nilai-nilai Islam.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa yang mampu bersaing dan berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional merupakan bagian penting dari upaya penguatan kapasitas akademik, kemampuan riset, serta perluasan jejaring keilmuan di tingkat global.

“Partisipasi mahasiswa dalam konferensi internasional tidak hanya menjadi sarana publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan perspektif global, meningkatkan kemampuan akademik, serta memperluas kontribusi keilmuan yang relevan dengan tantangan masyarakat kontemporer,” ujarnya.

ICONTREES 2026 menghadirkan sejumlah pembicara internasional dari Indonesia, Amerika Serikat, Malaysia, dan Filipina. Beragam isu yang dibahas dalam konferensi ini meliputi ekoteologi, teknologi hijau, etika transisi energi, ekonomi sirkular, green business ethics, maqashid al-sharia and environmental jurisprudence, hingga pemanfaatan teknologi untuk pemulihan lingkungan global.

Keikutsertaan mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga dalam forum ini menunjukkan bahwa kajian hukum ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan keuangan syariah, tetapi juga memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai persoalan global, seperti keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui partisipasi aktif dalam ICONTREES 2026, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi akademik, memperkuat budaya riset mahasiswa, serta mengembangkan kajian hukum Islam yang adaptif dan responsif terhadap tantangan global abad ke-21.