Dilihat 0 Kali

03_825_WhatsApp Image 2026-05-18 at 11.38.45.jpeg

Senin, 18 Mei 2026 12:07:00 WIB

"anglaras ilining banyu, ngeli ananging ora keli": Pesan Dekan FSH UIN Sunan Kalijaga untuk Para Calon Wisudawan

Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menggelar acara pelepasan calon wisudawan dan wisudawati pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teatrikal Lantai 1 Fakultas Syari’ah dan Hukum tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 ini, Fakultas Syari’ah dan Hukum meluluskan sebanyak 262 wisudawan dan wisudawati. Jumlah tersebut terdiri atas 224 lulusan program sarjana, 37 lulusan program magister, dan 1 lulusan program doktor.

Adapun rincian lulusan dari masing-masing program studi adalah sebagai berikut:

  • Program Studi S1 Ilmu Hukum: 82 wisudawan
  • Program Studi S1 Hukum Tata Negara: 46 wisudawan
  • Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam: 43 wisudawan
  • Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syari’ah: 31 wisudawan
  • Program Studi S1 Perbandingan Mazhab: 22 wisudawan
  • Program Studi S2 Ilmu Syari’ah: 37 wisudawan
  • Program Studi S3 Ilmu Syari’ah: 1 wisudawan

Dalam kesempatan tersebut, fakultas juga mengumumkan lulusan terbaik dan tercepat di tingkat fakultas maupun program studi. Untuk kategori lulusan terbaik tercepat tingkat fakultas, pada jenjang sarjana diraih oleh Lukman Khakim dari Program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3,96 dan masa studi 3 tahun 4 bulan 7 hari. Pada jenjang magister, penghargaan diberikan kepada Queen Adila dari Program Studi Ilmu Syari’ah dengan IPK 3,98 dan masa studi 1 tahun 11 bulan 6 hari. Sementara pada jenjang doktor, penghargaan diraih Aminuddin dari Program Studi Ilmu Syari’ah dengan IPK 3,94 dan masa studi 2 tahun 11 bulan 23 hari.

Selain itu, penghargaan lulusan terbaik tingkat program studi diberikan kepada Nurul Firdaus (S2 Ilmu Syari’ah), Nindita Nur Anggraeni (S1 Ilmu Hukum), Muhammad Riziq Maulana (S1 Hukum Tata Negara), Ibnu Alfan Khoiri Akhmadi (S1 Hukum Keluarga Islam), Yayik (S1 Perbandingan Mazhab), dan Dinni Ummi Habibah (S1 Hukum Ekonomi Syari’ah).

Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum, Ali Sodiqin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh calon wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan seluruh proses akademik hingga dinyatakan lulus. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan titik persinggahan untuk melangkah menuju tahap kehidupan berikutnya. Karena itu, para lulusan diharapkan segera merancang langkah setelah wisuda, baik untuk melanjutkan studi maupun berkarya di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan empat tugas utama seorang sarjana sebagai bentuk tanggung jawab atas gelar akademik yang disandang. Pertama, tugas penerapan ilmu pengetahuan. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan teori dan keterampilan yang dimiliki untuk menghadirkan solusi inovatif serta berkontribusi secara aktif di dunia kerja maupun masyarakat. Nilai utama dalam menjalankan tugas ini adalah disiplin, profesionalisme, dan integritas.

Kedua, tugas pembelajaran sepanjang hayat (long-life learning). Menurut Dekan, gelar sarjana merupakan fondasi awal yang harus terus diperkuat melalui pembaruan pengetahuan sesuai perkembangan zaman. Para lulusan didorong untuk terus membaca, memahami perkembangan sosial, serta memperluas wawasan agar tidak tertinggal oleh perubahan. Pilar utama dalam tugas ini adalah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

Ketiga, tugas pengabdian kepada masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu menyalurkan ilmu yang dimiliki melalui edukasi, pemberdayaan, dan keterlibatan dalam penyelesaian persoalan sosial. Dekan menegaskan agar para sarjana tidak menjadi kelompok eksklusif yang berjarak dengan masyarakat. Kemampuan komunikasi yang efektif dan sikap kolaboratif menjadi modal utama dalam menjalankan pengabdian tersebut.

Keempat, tugas sebagai agen perubahan (agent of change). Para lulusan dituntut menjadi intelektual yang kritis, analitis, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun global. Dalam pesannya, Dekan mengutip petuah Sunan Kalijaga, “anglaras ilining banyu, ngeli ananging ora keli,” yang mengandung makna mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan prinsip dan jati diri. Kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam menjalankan peran tersebut.

Rangkaian kegiatan pelepasan wisudawan juga diisi dengan sesi pembekalan bertajuk “Menemukan Potensi Diri, Meraih Mimpi”. Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan kesiapan kepada para calon wisudawan agar mampu berkarya dan berkontribusi secara nyata di masyarakat. Narasumber yang hadir dalam sesi tersebut antara lain Hani Pratiwi, S.Psi dari Brofesional by YEC, serta Muhammad Rashif Hilmi, M.Sc dan Nur Fitriyani Hardi, S.Psi., M.Psi dari Tim CENDI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.