WORKSHOP MATA KULIAH MERUJUK KKNI 2012 DAN SNPT 2020 BAGI CALON DOSEN FSH

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menggelar pelatihan bertajuk pengembangan kompetensi pedagogik dalam "Workshop Mata Kuliah Merujuk KKNI 2012 dan SNPT 2020" yang diikuti oleh 14 peserta dosen muda secara luring. Para peserta merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan tahun 2018 dan CPNS angkatan tahun 2019.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Drs. H. Makhrus, S.H., M.Hum., dengan menceritakan pengalamannya saat awal mula menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga. mulai ia mengajar menggunakan kapur dan papan tulis hingga sampai saat ini menggunakan teknologi yang sudah canggih.

"Pelatihan ini awalnya dulu setengah tahun dan dosen-dosen pns di bebas tugas kan, di zaman saya sudah mulai menyusut 1 minggu", ungkap Dekan FSH tersebut. Bahkan lembaga Center for Teaching Staff Development (CTSD) merupakan lembaga yang pertama dan menggagas tentang pelatihan ini di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, imbuhnya.

Acara yang dimulai sejak rabu (24/02) ini berlangsung selama tiga hari mulai pagi sampai sore hari. "Sebenarnya pak Munthe ini meminta saya agar pelatihan dilakukan selama 4 hari tetapi saya tawar karena melihat situasi pandemi seperti ini", Ujar Dr. Samsul Hadi, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan 1 FSH saat menyampaikan sambutannya.

Acara ini di nahkodai langsung oleh Prof. Dr. Bermawy Munthe, M.A., dan membuka langsung pelatihan ini dengan penuh semangat memamerkan hobinya bermain bola. Ia langsung menawarkan inovasi-inovasi kepada para peserta agar membuka pikiran lebih luas tentang konsep pembelajaran aktif untuk dosen. "Saya orangnya disiplin, mari kita membuat persetujuan awal agar pelatihan ini mempunyai aturan", tutur Munthe sapaan akrabnya sembari mengenalkan konsep pelatihan ini.

Di tengah acara, Munthe dibantu oleh Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber pelatihan ini yang sekaligus menjabat sebagai Sekertaris Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Diah lebih senang menawarkan proses pembelajaran dengan strategi-strategi pembelajaran yang unik dan tidak monoton. Ia membiarkan para peserta agar lebih aktif untuk mempraktekan apa saja yang menjadi bahan ajar ke depan.

Akhirnya, para peserta pelatihan ini diharapkan mampu membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Outline Mata Kuliah yang merujuk pada KKNI dan SNPT. (iu/tim)